Ingin Bebas Finansial Di Usia Muda? Simak Tips Dari Para Perencana Keuangan Ini

Di Indonesia, tingkat inklusi keuangan sudah lumayan tinggi, namun tingkat literasi mereka rendah. Akibatnya, mereka bukan hanya tidak memahami pentingnya perencanaan keuangan, namun yg lebih fatal, mereka hampir sering terjerat oleh berbagai produk investasi ilegal. Mereka bukan disiplin dalam menabung ataupun memberikan proteksi terhadap mulighed kehidupan yang dihadapi. Manalagi untuk bicara tentang kebebasan finansial, itu terlalu jauh, bahkan banyak yang tidak terpikirkan sama sekali. Seluruh fenomena tersebut juga menggambarkan bahwa sebagian besar penduduk kita tidak memiliki perencanaan keuangan yang baik.

Masyarakat, khususnya kaum milenial, harus dididik sejak dini pentingnya disiplin menabung dan berinvestasi, merencanakan keuangan sebagaiselaku, ala, menurut, baik, dan menghindari tawaran investasi ilegal. Selain menaikkan literasi keuangan masyarakat termasuk milenial harus menghindari jebakan investasi yang menyesatkan alias ilegal. Keputusan untuk berinvestasi harus mengacu pada legalitas dan logis.

Harap diingat bahwa investasi ilegal biasanya menjanjikan keuntungan tidak lumrah dalam waktu cepat. Pernanaman modal itu menjanjikan bonus untuk perekrutan anggota baru. Pernanaman modal illegal biasanya menjanjikan aset aman dan jaminan pembelian kembali, padahal tidak wujud investasi yang tidak berisiko.

Hal-hal terkait perhitungan di atas akan dapat kita ketahui tentu aja saat ada catatan yang dirunut dari setiap transaksi. Dari catatan transaksi itulah kemudian kita akan dapat mengetahui secara persis ikhwal larinya uang dari kantong. Untuk makan berapa, untuk membayar rumah berapa, listriknya habis berapa, dan nominal-nominal lain pun akan bisa terdeteksi. Uang receh melalui jumlah banyak tentunya maka akan menghasilkan nominal yang tidak sedikit pula.

Di level ini, lanjutkan kebiasaan menabung di level pertama dan cobalah untuk membuat penghasilan pasif atau tambahan. Kendalikan dorongan yang tidak terlalu bernilai dan prioritaskan penghasilan buat kebutuhan sehari-hari. Meskipun anda masih punya utang, kemungkinan kamu sudah hampir melunasinya dan hal tersebut bukanlah prioritas utamamu. Presentasi utang dan cicilanmu pun bertambah terkontrol karena tidak melebihi 30% dari total income bulanan.

Dikarenakan keuangan bukanlah prioritas yang utama lagi, saatnya mengurus hal-hal non finansial yg penting seperti kesehatan serta menghabiskan waktu bersama keluarga. Ini juga adalah waktu yang tepat untuk melakukan hal yang selalu ingin diaplikasikan tapi terhalang oleh keadaan finansial.

Read More