Ideas Mudah Menghindari Gaya Hidup Konsumtif

Orang yang tak-religius, mencari perhatian melalui quote orang-orang terkenal dan penampilan yang mempesona jamaah asing. Saya punya kawan yang sama sekali nggak lucu, namun bermimpi sanggup berhasil membuat orang tercantol dengan channel yang ia buat, berisi video-video lucu. Melihat jumlah subscriber dalam bertambah, ia percaya dirinya lucu dan disukai jamaah.

Kalau di agama lain, peran manusia sangat dominan, Buddha justru semenjak awal mengakui kesetaraan spesies. Kedua pemikir ini setuju, contoh hiperrealitas itu Disney Land. Kawasan wisata yg menampilkan jalan dan griya sungguhan, yang membuat kunjungan merasa berwisata ke negri fantasi di masa lalu. Orang bertemu Mickey Computer mouse yang bukan Mickey Mouse, dari Mickey Mouse yg tidak ada.

Buddha mengenal pencapaian, mengenal “nibbana” (yang bukan-tempat, bukan pula ketiadaan ataupun kepunahan). Kalau di “agama” lain, surga sering digambarkan penuh buah dan kenikmatan biologis, Buddha melampaui itu semua.

“Saya” tampak sebagai karakter yang hampir sama melalui orang lain. Hanya layar dan kartun animasi oleh ekspresi yang dikenal orang. Sama ketika kamu melihat foto profile orang, emoticon, dan sekian klik Such as di media sosial.

Komentar pedas atau pujian dalam dideskripsikan dengan emoticon itu-itu juga. Bing mengajak Abi ikut Hot Shots, acara yang menjanjikan kehidupan stylis, jika berhasil. Tidak selalu mengikuti pola yang dipilih orang banyak, sangat mahal. Ini “Efek Bandwagon“, saat sesuatu diopinikan sangat baik dan cocok untukmu, hingga kamu hanyut dalam pengaruh mayoritas.

Bing melihat dirinya sedang menempelkan pecahan kaca di lehernya sendiri. Adegan yang sungguh-sungguh ia lakukan, memprotes sistem, tetapi ketika di hadapan cara ia diam karena diposisikan enak. Orang ingin menyampaikan sesuatu, di zaman teknologi tinggi, namun harus dapatkan perhatian \ “membunuh dirinya sendiri”. Orang yang bukan lucu, mencari perhatian melalui video lucu.

Read More